Minggu, 03 September 2023

Orang Yg Pertama Meruntuhkan Dua Pilar Ka'Bah Adalah

Ka’bah adalah salah satu tempat paling suci dalam agama Islam. Menurut sejarah, Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, di kota Mekah. Bangunan ini kemudian dihancurkan dan dibangun kembali beberapa kali sepanjang sejarah Islam.

Namun, ada seorang yang sangat kontroversial dalam sejarah Ka’bah. Dia dikenal sebagai Abu Tahir al-Jannabi, seorang pemimpin dari suku Qarmatian yang meruntuhkan dua pilar Ka’bah pada tahun 930 Masehi. Tindakan ini sangat kontroversial dan terus menjadi topik pembicaraan dalam sejarah Islam hingga saat ini.

Abu Tahir al-Jannabi lahir pada abad ke-9 dan memimpin suku Qarmatian yang terkenal karena sikap radikal mereka terhadap Islam. Kelompok ini dipimpin oleh seorang tokoh yang bernama Hamdan Qarmat, yang percaya bahwa para pemimpin Muslim yang ada pada saat itu telah menyimpang dari ajaran asli Islam. Oleh karena itu, mereka memulai gerakan untuk menggulingkan pemerintah dan melakukan perlawanan terhadap pemimpin Muslim.

Pada tahun 930 Masehi, Abu Tahir al-Jannabi memimpin suku Qarmatian dalam serangan ke kota Mekah. Mereka menjarah kota tersebut dan mencuri harta suci dari Ka’bah, termasuk Hajar Aswad (batu hitam) yang merupakan salah satu benda suci dalam agama Islam. Namun, tindakan mereka yang paling kontroversial adalah ketika mereka meruntuhkan dua pilar Ka’bah.

Dua pilar yang diruntuhkan oleh Abu Tahir al-Jannabi adalah Rukn al-Yamani dan Rukn al-Iraqi. Kedua pilar ini sangat penting dalam struktur Ka’bah karena merupakan bagian dari dindingnya. Pilar Rukn al-Yamani terletak di sisi Ka’bah yang menghadap ke arah Yaman, sedangkan pilar Rukn al-Iraqi terletak di sisi yang menghadap ke arah Irak.

Tindakan Abu Tahir al-Jannabi mengejutkan banyak orang karena Ka’bah adalah tempat yang sangat suci bagi umat Islam. Namun, menurut sejarah, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Muslim yang saat itu dianggap korup dan menyimpang dari ajaran asli Islam. Abu Tahir al-Jannabi percaya bahwa dengan meruntuhkan dua pilar Ka’bah, dia bisa memperlihatkan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah Muslim yang ada saat itu.

Meskipun Abu Tahir al-Jannabi telah lama meninggal, tindakannya yang meruntuhkan dua pilar Ka’bah tetap menjadi kontroversial dan menimbulkan banyak perdebatan hingga saat ini. Banyak orang yang mengutuk tindakan tersebut karena dianggap merusak tempat suci bagi umat Islam. Namun, ada juga yang menganggapnya sebagai tindakan protes yang patut dihargai.

Pada akhirnya, tindakan Abu Tahir al-Jannabi meruntuhkan